Bahan-bahan dan
formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya “oxidizing“ biasanya tidak
mudah terbakar. Tetapi bila kontak dengan bahan mudah terbakar atau bahan sangat
mudah terbakar mereka dapat meningkatkan resiko kebakaran secara signifikan.
Dalam berbagai hal mereka adalah bahan anorganik seperti garam (salt-like)
dengan sifat pengoksidasi kuat dan peroksida-peroksida organik. Frase-R untuk
bahan pengoksidasi : R7, R8 dan R9.- Bahaya : oksidator dapat membakar bahan lain, penyebab
timbulnya api atau penyebab sulitnya pemadaman api
- Contoh : hidrogen peroksida, kalium perklorat
- Keamanan : hindari panas serta bahan mudah terbakar dan
reduktor
- zat terbakar langsung, contohnya aluminium alkil
fosfor; keamanan : hindari campuran dengan udara.
- gas amat mudah terbakar. Contoh : butane,
propane. Keamanan : hindari campuran dengan udara dan hindari sumber api.
- Zat sensitive terhadap air, yakni zat yang
membentuk gas mudah terbakar bila kena air atau api.
- Cairan mudah terbakar, cairan dengan titik bakar
di bawah 21°C. contoh : aseton dan benzene. Keamanan : jauhkan dari sumber
api dan loncatan bunga api.
- Bahaya : toksik; berbahaya bagi kesehatan bila terhisap,
tertelan atau kontak dengan kulit, dan dapat mematikan.
- Contoh : arsen triklorida, merkuri klorida
- Kemananan : hindari kontak atau masuk dalam tubuh, segera
berobat ke dokter bila kemungkinan keracunan.
- Bahaya : menimbulkan kerusakan kecil pada tubuh,
- Contoh : peridin
- Kemanan : hindari kontak dengan tubuh atau hindari
menghirup, segera berobat ke dokter bila kemungkinan keracunan.
- Bahaya : iritasi terhadap kulit, mata, dan alat
pernapasan
- Contoh : ammonia dan benzyl klorida
- Keamanan : hindari terhirup pernapasan, kontak dengan
kulit dan mata.
- Bahaya : korosif atau merusak jaringan tubuh manusia
- Contoh : klor, belerang dioksida
- Keamanan : hindari terhirup pernapasan, kontak dengan
kulit dan mata
- Bahaya : bagi lingkungan, gangguan ekologi
- Contoh : tributil timah klorida, tetraklorometan,
petroleum bensin
- Keamanan : hindari pembuangan langsung ke lingkungan
|
RANGKING
|
BAHAYA KESEHATAH
(HEALTH)
(kotak kiri, biru)
|
BAHAYA KEBAKARAN(FIRE)
(Kotak atas, merah)
|
BAHAYA REAKTIVITAS
(REACTIVITY)
(Kotak kanan, kuning)
|
|
4
|
Penyebab kematian,
cedera fatal meskipun ada pertolongan
|
Segera menguap dalam
keadaan normal dan dapat terbakar secara cepat.
|
Mudah meledak atau
diledakkan, sensitif terhadap panas dan mekanik.
|
|
3
|
Berakibat serius pada
keterpaan singkat, meskipun ada pertolongan.
|
Cair atau padat
dinyatakan pada suhu biasa.
|
Mudah meldak tetapi
memerlukan penyebab panas dantumbukan kuat.
|
|
2
|
Penyebab iritasi atau
cedera ringan.
|
Perlu sedikit
pemanasan sebelum bahan dapat dibakar.
|
Tidak stabil, bereaksi
hebat tetapi tidak meledak.
|
|
1
|
Tidak berbahaya
terhadap kesehtah meskipun kena panas(api)
|
Dapat dibakar, tetapi
memerlukan pemanasan lebih dahulu.
|
Stabil pada suhu
normal, tetapi tidak stabil pada suhu tinggi.
|
|
0
|
|
Bahan tidak dapat
dibakar sama sekali.
|
Stabil, tidak reaktif,
meskipun kena panas atau suhu tinggi.
|





















