Kamis, 02 Agustus 2012

LABEL ATAU SIMBOL BAHAYA


Label atau simbol bahaya bahan-bahan kimia serta cara penangan secara umum dapat diberikan sebagai berikut:
1.         Explosive (bersifat mudah meledak)

Bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya „explosive“ dapat meledak dengan pukulan/benturan, gesekan, pemanasan, api dan sumber nyala lain bahkan tanpa oksigen atmosferik. Ledakan akan dipicu oleh suatu reaksi keras dari bahan. Energi tinggi dilepaskan dengan propagasi gelombang udara yang bergerak sangat cepat. Resiko ledakan dapat ditentukan dengan metode yang diberikan dalam Law for Explosive Substances Di laboratorium, campuran senyawa pengoksidasi kuat dengan bahan mudah terbakar atau bahan pereduksi dapat meledak . Sebagai contoh, asam nitrat dapat menimbulkan ledakan jika bereaksi dengan beberapa solven seperti aseton, dietil eter, etanol, dll. Produksi atau bekerja dengan bahan mudah meledak memerlukan pengetahuan dan pengalaman praktis maupun keselamatan khusus. Apabila bekerja dengan bahan-bahan tersebut kuantitas harus dijaga sekecil/sedikit mungkin baik untuk penanganan maupun persediaan/cadangan. Frase-R untuk bahan mudah meledak : R1, R2 dan R3

 
               

2.         Oxidizing (pengoksidasi)

Bahan-bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya “oxidizing“ biasanya tidak mudah terbakar. Tetapi bila kontak dengan bahan mudah terbakar atau bahan sangat mudah terbakar mereka dapat meningkatkan resiko kebakaran secara signifikan. Dalam berbagai hal mereka adalah bahan anorganik seperti garam (salt-like) dengan sifat pengoksidasi kuat dan peroksida-peroksida organik. Frase-R untuk bahan pengoksidasi : R7, R8 dan R9.

  • Bahaya              : oksidator dapat membakar bahan lain, penyebab timbulnya api atau penyebab sulitnya pemadaman api
  • Contoh              : hidrogen peroksida, kalium perklorat
  • Keamanan         : hindari panas serta bahan mudah terbakar dan reduktor

3.         Flammable (mudah terbakar)


Jenis bahaya flammable dibagi menjadi dua yaitu Extremely flammable (amat sangat mudah terbakar) dan Highly flammable (sangat mudah terbakar. Untuk Bahan-bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya “extremely flammable “ merupakan likuid yang memiliki titik nyala sangat rendah (di bawah 0 0C) dan titik didih rendah dengan titik didih awal (di bawah +350C). Bahan amat sangat mudah terbakar berupa gas dengan udara dapat membentuk suatu campuran bersifat mudah meledak di bawah kondisi normal. Frase-R untuk bahan amat sangat mudah terbakar adalah R12. Sedangkan untuk Bahan dan formulasi ditandai dengan notasi bahaya ‘highly flammable’ adalah subyek untuk self-heating dan penyalaan di bawah kondisi atmosferik biasa, atau mereka mempunyai titik nyala rendah (di bawah +21 0C). Beberapa bahan sangat mudah terbakar menghasilkan gas yang amat sangat mudah terbakar di bawah pengaruh kelembaban. Bahan-bahan yang dapat menjadi panas di udara pada temperatur kamar tanpa tambahan pasokan energi dan akhirnya terbakar, juga diberi label sebagai ‘highly flammable’. Frase-R untuk bahan sangat mudah terbakar yaitu R11.


Bahaya  : mudah terbakar
Meliputi :
  1. zat terbakar langsung, contohnya aluminium alkil fosfor; keamanan : hindari campuran dengan udara.
  2. gas amat mudah terbakar. Contoh : butane, propane. Keamanan : hindari campuran dengan udara dan hindari sumber api.
  3. Zat sensitive terhadap air, yakni zat yang membentuk gas mudah terbakar bila kena air atau api.
  4. Cairan mudah terbakar, cairan dengan titik bakar di bawah 21°C. contoh : aseton dan benzene. Keamanan : jauhkan dari sumber api dan loncatan bunga api.

4.         Toxic (beracun)


Bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya ‘toxic’ dapat menyebabkan kerusakan kesehatan akut atau kronis dan bahkan kematian pada konsentrasi sangat tinggi jika masuk ke tubuh melalui inhalasi, melalui mulut (ingestion), atau kontak dengan kulit.
Suatu bahan dikategorikan beracun jika memenuhi kriteria berikut:

LD50 oral (tikus)                                                             25 – 200 mg/kg berat badan
LD50 dermal (tikus atau kelinci)                                      50 – 400 mg/kg berat badan
LC50 pulmonary (tikus) untuk aerosol /debu                     0,25 – 1 mg/L
LC50 pulmonary (tikus) untuk gas/uap                             0,50 – 2 mg/L

Frase-R untuk bahan beracun yaitu R23, R24 dan R25

  • Bahaya              : toksik; berbahaya bagi kesehatan bila terhisap, tertelan atau kontak dengan kulit, dan dapat mematikan.
  • Contoh              : arsen triklorida, merkuri klorida
  • Kemananan       : hindari kontak atau masuk dalam tubuh, segera berobat ke dokter bila kemungkinan keracunan.

5.         Harmful irritant (bahaya, iritasi)

Ada sedikit perbedaan pada symbol ini yaitu dibedakan dengan kode Xn dan Xi. Untuk Bahan dan formulasi yang ditandai dengan kode Xn memiliki resiko merusak kesehatan sedangkan jika masuk ke tubuh melalui inhalasi, melalui mulut (ingestion), atau kontak dengan kulit.

Suatu bahan dikategorikan berbahaya jika memenuhi kriteria berikut:

LD50 oral (tikus)                                                             200-2000 mg/kg berat badan
LD50 dermal (tikus atau kelinci)                                      400-2000 mg/kg berat badan
LC50 pulmonary (tikus) untuk aerosol /debu                     1 – 5 mg/L
LC50 pulmonary (tikus) untuk gas/uap                             2 – 20 mg/L

Frase-R untuk bahan berbahaya yaitu R20, R21 dan R22


Sedangkan Bahan dan formulasi dengan notasi ‘irritant’ atau kode Xi adalah tidak korosif tetapi dapat menyebabkan inflamasi jika kontak dengan kulit atau selaput lendir. Frase-R untuk bahan irritant yaitu R36, R37, R38 dan R41

Kode Xn (Harmful)
  • Bahaya              : menimbulkan kerusakan kecil pada tubuh,
  • Contoh              : peridin
  • Kemanan           : hindari kontak dengan tubuh atau hindari menghirup, segera berobat ke dokter bila kemungkinan keracunan.
Kode Xi (irritant)
  • Bahaya              : iritasi terhadap kulit, mata, dan alat pernapasan
  • Contoh              : ammonia dan benzyl klorida
  • Keamanan         : hindari terhirup pernapasan, kontak dengan kulit dan mata.

6.         Corrosive (korosif)

Bahan dan formulasi dengan notasi ‘corrosive’ adalah merusak jaringan hidup. Jika suatu bahan merusak kesehatan dan kulit hewan uji atau sifat ini dapat diprediksi karena karakteristik kimia bahan uji, seperti asam (pH <2)>11,5), ditandai sebagai bahan korosif. Frase-R untuk bahan korosif yaitu R34 dan R35.


  • Bahaya              : korosif atau merusak jaringan tubuh manusia
  • Contoh              : klor, belerang dioksida
  • Keamanan         : hindari terhirup pernapasan, kontak dengan kulit dan mata

7.         Dangerous for Enviromental (Bahan berbahaya bagi lingkungan)

Bahan dan formulasi dengan notasi ‘dangerous for environment’ adalah dapat menyebabkan efek tiba-tiba atau dalam sela waktu tertentu pada satu kompartemen lingkungan atau lebih (air, tanah, udara, tanaman, mikroorganisma) dan menyebabkan gangguan ekologi. Frase-R untuk bahan berbahaya bagi lingkungan yaitu R50, R51, R52 dan R53.

  • Bahaya              : bagi lingkungan, gangguan ekologi
  • Contoh              : tributil timah klorida, tetraklorometan, petroleum bensin
  • Keamanan         : hindari pembuangan langsung ke lingkungan

SIMBOL BAHAYA DAN KLASIFIKASI BAHAN-BAHAN KIMIA
MENURUT PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA (UNITED NATIONS)


1BAHAN MUDAH MELEDAK (EKSPLOSIF)
  
2 2.1 GAS MUDAH TERBAKAR
       2.2 GAS BERACUN
       2.3 GAS BERTEKANAN TIDAK 
             MUDAH  TERBAKAR
3BAHAN CAIR MUDAH TERBAKAR
3.1 Titik nyala : <-18°C
3.2 Titik nyala : -18°C - 23°C
3.3 Titik nyala : 23°C-61°C
44.1 BAHAN PADAT MUDAH   
            TERBAKAR
      4.2 BAHAN PADAT TERBAKAR 
            SPONTAN
      4.3 BAHAN BILA BASAH  
            MENGELUARKAN GAS MUDAH 
            TERBAKAR

55.1 BAHAN PENGOKSIDASI 
            (OKSIDATOR)
      5.2 BAHAN PENGOKSIDASI    
            ORGANIK

66.1 BAHAN BERACUN (POISON)
            MENGGANGU KESEHATAN     
            (HARMFUL)
      6.2 PENYEBAB INFEKSI ATAU 
            MENGANDUNG PENYAKIT

  

7BAHAN RADIOAKTIF, dengan tipe sesuai kecepatan dosis maksimum pada permukaan :
7.1 Radiasi = 0,5 mili roentgen/jam
7.2 Radiasi = sampai 50 mili roentjgen/jam
7.3 Radiasi = sampai 200 mili roentgjen/jam
8BAHAN KOROSIF



RANGKING
BAHAYA KESEHATAH (HEALTH)
(kotak kiri, biru)
BAHAYA KEBAKARAN(FIRE)
(Kotak atas, merah)
BAHAYA REAKTIVITAS (REACTIVITY)
(Kotak kanan, kuning)
4
Penyebab kematian, cedera fatal meskipun ada pertolongan
Segera menguap dalam keadaan normal dan dapat terbakar secara cepat.
Mudah meledak atau diledakkan, sensitif terhadap panas dan mekanik.
3
Berakibat serius pada keterpaan singkat, meskipun ada pertolongan.
Cair atau padat dinyatakan pada suhu biasa.
Mudah meldak tetapi memerlukan penyebab panas dantumbukan kuat.
2
Penyebab iritasi atau cedera ringan.
Perlu sedikit pemanasan sebelum bahan dapat dibakar.
Tidak stabil, bereaksi hebat tetapi tidak meledak.
1
Tidak berbahaya terhadap kesehtah meskipun kena panas(api)
Dapat dibakar, tetapi memerlukan pemanasan lebih dahulu.
Stabil pada suhu normal, tetapi tidak stabil pada suhu tinggi.
0

Bahan tidak dapat dibakar sama sekali.
Stabil, tidak reaktif, meskipun kena panas atau suhu tinggi.





0 komentar:

Poskan Komentar

Template by:
Free Blog Templates