Senin, 31 Desember 2012

Memory

2012 merupakan tahun yang mempunyai makna bagi hidupku dan tak akan pernah ku lupakan. Banyak hal yang sudah ku alami ditahun ini baik suka maupun duka. Kisah cinta juga tak lepas dari bagian hidupku, "RUMIT" itulah kata yang tepat buat menggambarkannya. Oleh karena itu saya HILDA ROSALINA meminta maaf yang sebesar-besarnya bagi yang pernah aku sakiti. Biarlah itu menjadi sebuah kenangan yang akan selalu diingat. Jujur aku bahagia mengenal kalian. Mungkin kalian berpikir aku jahat, egois, dsbg. Tapi kebahagiaan kalian mungkin bukan bersama aku. Dengan sikap kalian seperti ini sudah cukup membuatku menderita dan sedih dalam rasa bersalah.


Semoga kalian baca ini

Sabtu, 03 November 2012

PENGHANCURAN DAN PENGAYAKAN


PENGHANCURAN DAN PENGAYAKAN

I.                   TUJUAN
Memisahkan partikel-partikel berdasarkan ukuran fraksi-fraksi yang diinginkan dari suatu material hasil proses penghancuran (grinding).
II.                ALAT DAN BAHAN
Alat yang digunakan :
©      Hammer mill
©      Ball Mill
©      Satu  set ayakan ukuran 2,0 ; 1,4; 1,0; 0,63;0,35;0,2;0,112;0,05 mm
©      Gelas Kimia          1 buah
©      Kertas Timbang     3 buah
©      Neraca Analitik     1 buah
Bahan yang digunakan :
©      Batubara               250 gr
III.             DASAR TEORI
Size reduction (pengecilan ukuran) berarti membagi-bagi suatu bahan padat menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dari ukuran semula, sesuai dengan kebutuhan dengan menggunakan gaya-gaya mekanis. Umumnya tujuan dari size reduction adalah mempercepat pelarutan, mempercepat raksi kimia, untuk memperkecil bahan-bahan berserat akan mudah penanganannya, mempertinggi kemampuan penyerapan, menambah kekuatan warna, agar transportasi menjadi lebih mudah dan mempermudah proses lanjut.
            Pengayakan (sieving) merupakan salah satu metode pemisahan sesuai dengan ukuran yang dikehendaki. Pengecilan ukuran dimaksudkan untuk memperluas permukaan bahan sehingga kontak antara bahan dan pelarut bisa berlangsung optimum. Pengayakan biasanya dilakukan terhadap material yang telah mengalami proses penghancuran (grinding). Partikel yang lolos melalui ukuran saringan tertentu disebut sebagai undersize dan partikel yang tertahan diatas saringan disebut oversize. Bahan yang lolos melewati sederet ayakan dengan bermacam-macam ukuran akan terpisahkan menjadi beberapa fraksi berukuran (size fraction) yaitu fraksi-fraksi yang ukuran maksimum dan minimumnya diketahui.
           
Beberapa factor yang harus diperhatikan dalam operasi pengayakan adalah :
-          Bentuk lubang ayakan
-          Celah dan interval ayakan
-          Ukuran partikel
-          Kapasitas ayakan dan keefektifan
-          Variabel dalam operasi pengayakan :
1.      Metode pengumpanan
2.      Permukaan ayakan
3.      Sudut kemiringan
4.      Kecepatan putaran
5.      Frekuensi getaran

Beberapa ayakan yang sering digunakan antara lain :
1.      Grizzly, merupakan jenis ayakan dimana material yang diayak mengikuti aliran pada posisi kemiringan tertentu.
2.      Vibrating screen, ayakan dinamis dengan permukaan horizontal dan miring digerakkan pada frekuensi 1000-7000 hertz. Satuan kapasitas tinggi dengan efisiensi pemisahan yang baik yang digunakan untuk interval ukuran perikel yang luas.
3.      Oscilating screen, ayakan dinamis pada frekuensi yang lebih rendah dari vibrating screen (100-400 hertz) dengan waktu yang lebih lama, lebih linear dan lebih tajam.
4.      Reciprocating screen, ayakan dinamis yang dioperasikan dengan gerakan menggoyangkan pukulan yang panjang (20-200 hertz).
5.      Shifting screen, ayakan dinamis yang dioperasikan dengan gerakkan memutar dalam bidang permukaan ayakan. Gerakan actual dapat berupa putaran atau getaran memutar. Digunakan untuk pengayakan material basah atau kering.
6.      Revolving screen, ayakan dinamis dengan posisi miring berotasi pada kecepatan rendah (10-20 rpm). Digunakan untuk pengayakan basah dari material-material relative kasar.

Diameter partikel
            Diameter partikel dapat diukur dengan berbagai cara. Untuk partikel berukuran besar (> 5 mm) dapat diukur secara langsung dengan menggunakan mikrometer standar. Ukuran partikel yang sangat halus diukur dengan menggunakan ukuran ayakan standar. Ukuran ayakan dapat dinyatakan dengan dua cara, yaitu dengan ukuran mesh (jumlah lubang dalam inchi kuadrat) dan dengan ukuran actual dari bukaan ayakan dengan ukuran partikel besar ( dalam mm atau inchi). Ada beberapa standar dalam penggunaan ukuran ayakan tetapi yang penting adalah memperoleh standar tertentu dalam penentuan ukuran partikel yang kita kehendaki. Tabel dibawah ini menunjukkan daftar nomor mesh yang bersesuaian untuk ayakan baku tyler.
Table 1. Ayakan tyler
Ukuran mesh
Inchi
Millimeter
3
4
6
8
10
14
20
28
35
48
65
100
150
200
270
400
0,263
0,185
0,131
0,093
0,065
0,046
0,0328
0,023
0,0164
0,0116
0,0082
0,0058
0,0041
0,0029
0,0021
0,0015
6,680
4,699
3,327
2,362
1,651
1,168
0,833
0,0589
0,417
0,295
0,208
0,147
0,104
0,074
0,053
0,083

            Diameter rata-rata partikel antar ayakan berdasarkan ayakan tyler, missal partikel lolos melalui ayakan 150 mesh tetapi tertahan pada 200 mesh dituliskan -150+200 mesh. Berikut ini tabel diameter partikel rata-rata penentuan ayakan tyler.
Tabel 2. Diameter partikel rata-rata berdasarkan ayakan tyler.
Ukuran ayakan (mesh)
Diameter partikel Dp (inchi)
-10+14
-14+20
-20+28
-28+35
-35+48
-48+65
-65+100
-100+150
-150+200
0,0555
0,0394
0,0280
0,0198
0,0140
0,0099
0,0070
0,0050
0,0035

Diameter partikel rata-rata (Dpw) dirumuskan dengan persamaan :
Dpw                = ∑ xi. Dp mean
Dpw                = diameter rata-rata partikel
Xi                    = fraksi massa
Dp mean          = diameter rata-rata antar ayakan

IV.             PROSEDUR PERCOBAAN
1.      Menyiapkan  satu set ayakan dengan ukuran seperti diatas
2.      Menghancurkan material yang akan diayak
3.      Melakukan pengayakan
4.      Menimbang masing-masing fraksi yang lolos ayakan tersebut
V.                DATA PENGAMATAN
No
Ukuran Ayakan
Berat Ayakan kosong
Berat Ayakan + Sampel (gr)



Percobaan 1
Percobaan 2
Percobaan 3
Percobaan 4
Percobaan 5
Percobaan 6
1
2
330,2
331,1
331,1
331
331,1
331,1
331,1
2
1,4
306
308,2
308,4
308,2
308,3
308,4
308,4
3
1
298,4
311,7
311,6
311,5
311,6
311,7
311,6
4
0,63
252,2
295
298,4
296,5
296,2
296,2
296,2
5
0,35
229,8
276
284,3
284,1
284
284,1
284,3
6
0,2
213,7
272,2
271
272,5
272,4
272,3
272,5
7
0,112
200,6
238,2
245,2
241
240,6
240,6
240,9
8
0,05
193,5
233
218,6
224,7
224,9
224,2
224
9
Nampan
195
204
199,7
199,5
199,8
199,6
199,2
Total
2219,4
2469,4
2468,3
2469
2468,9
2468,2
2468,2

Berat Sampel
No
Berat Sampel (gr)

Percobaan 1
Percobaan 2
Percobaan 3
Percobaan 4
Percobaan 5
Percobaan 6
1
0,9
0,9
0,8
0,9
0,9
0,9
2
2,2
2,4
2,2
2,3
2,4
2,4
3
13,3
13,2
13,1
13,2
13,3
13,2
4
42,8
46,2
44,3
44
44
44
5
46,2
54,5
54,3
54,2
54,3
54,5
6
58,5
58,2
58,8
58,7
58,6
58,8
7
37,6
44,6
40,4
40
40
40,3
8
39,5
25,1
31,2
31,4
30,7
30,5
9
9
4,7
4,5
4,8
4,6
4,2
Total
250
249,8
249,6
249,5
248,8
248,8

VI.             PERHITUNGAN

Percobaan 1
No
Ukuran Ayakan
Massa X (gr)
Fraksi X
Dpi Mean
Fraksi Massa Kumulatif
Xi.Dpi Mean

(Dpi)





1
2
0,9
0,0036
1
0,0036
0,0036
2
1,4
2,2
0,0088
1,7
0,0124
0,01496
3
1
13,3
0,0532
1,2
0,062
0,06384
4
0,63
42,8
0,1712
0,815
0,2244
0,139528
5
0,35
46,2
0,1848
0,49
0,356
0,090552
6
0,2
58,5
0,234
0,275
0,4188
0,06435
7
0,112
37,6
0,1504
0,156
0,3844
0,0234624
8
0,05
39,5
0,158
0,081
0,3084
0,012798
9
Nampan
9
0,036
0
0,194
0
Total
250
1
5,717
1,964
0,4130904

Percobaan 2
No
Ukuran Ayakan
Massa X (gr)
Fraksi X
Dpi Mean
Fraksi Massa Kumulatif
Xi.Dpi Mean

(Dpi)





1
2
0,9
0,003602882
1
0,003602882
0,003602882
2
1,4
2,4
0,009607686
1,7
0,013210568
0,016333066
3
1
13,2
0,052842274
1,2
0,06244996
0,063410729
4
0,63
46,2
0,184947958
0,815
0,237790232
0,150732586
5
0,35
54,5
0,21817454
0,49
0,403122498
0,106905524
6
0,2
58,2
0,232986389
0,275
0,451160929
0,064071257
7
0,112
44,6
0,178542834
0,156
0,411529223
0,027852682
8
0,05
25,1
0,100480384
0,081
0,279023219
0,008138911
9
Nampan
4,7
0,018815052
0
0,119295436
0
Total
249,8
1
5,717
1,981184948
0,441047638

Percobaan 3
No
Ukuran Ayakan
Massa X (gr)
Fraksi X
Dpi Mean
Fraksi Massa Kumulatif
Xi.Dpi Mean

(Dpi)





1
2
0,8
0,003205128
1
0,003205128
0,003205128
2
1,4
2,2
0,008814103
1,7
0,012019231
0,014983974
3
1
13,1
0,052483974
1,2
0,061298077
0,062980769
4
0,63
44,3
0,177483974
0,815
0,229967949
0,144649439
5
0,35
54,3
0,217548077
0,49
0,395032051
0,106598558
6
0,2
58,8
0,235576923
0,275
0,453125
0,064783654
7
0,112
40,4
0,161858974
0,156
0,397435897
0,02525
8
0,05
31,2
0,125
0,081
0,286858974
0,010125
9
Nampan
4,5
0,018028846
0
0,143028846
0
Total
249,6
1
5,717
1,981971154
0,432576522

Percobaan 4
No
Ukuran Ayakan
Massa X (gr)
Fraksi X
Dpi Mean
Fraksi Massa Kumulatif
Xi.Dpi Mean

(Dpi)





1
2
0,9
0,003607214
1
0,003607214
0,003607214
2
1,4
2,3
0,009218437
1,7
0,012825651
0,015671343
3
1
13,2
0,052905812
1,2
0,062124248
0,063486974
4
0,63
44
0,176352705
0,815
0,229258517
0,143727455
5
0,35
54,2
0,217234469
0,49
0,393587174
0,10644489
6
0,2
58,7
0,235270541
0,275
0,45250501
0,064699399
7
0,112
40
0,160320641
0,156
0,395591182
0,02501002
8
0,05
31,4
0,125851703
0,081
0,286172345
0,010193988
9
Nampan
4,8
0,019238477
0
0,14509018
0
Total
249,5
1
5,717
1,980761523
0,432841283

Percobaan 5
No
Ukuran Ayakan
Massa X (gr)
Fraksi X
Dpi Mean
Fraksi Massa Kumulatif
Xi.Dpi Mean

(Dpi)





1
2
0,9
0,003617363
1
0,003617363
0,003617363
2
1,4
2,4
0,009646302
1,7
0,013263666
0,016398714
3
1
13,3
0,053456592
1,2
0,063102894
0,06414791
4
0,63
44
0,176848875
0,815
0,230305466
0,144131833
5
0,35
54,3
0,218247588
0,49
0,395096463
0,106941318
6
0,2
58,6
0,235530547
0,275
0,453778135
0,0647709
7
0,112
40
0,160771704
0,156
0,396302251
0,025080386
8
0,05
30,7
0,123392283
0,081
0,284163987
0,009994775
9
Nampan
4,6
0,018488746
0
0,141881029
0
Total
248,8
1
5,717
1,981511254
0,435083199

Percobaan 6
No
Ukuran Ayakan
Massa X (gr)
Fraksi X
Dpi Mean
Fraksi Massa Kumulatif
Xi.Dpi Mean

(Dpi)





1
2
331,1
0,134146341
1
0,134146341
0,134146341
2
1,4
308,4
0,124949356
1,7
0,259095697
0,212413905
3
1
311,6
0,126245847
1,2
0,251195203
0,151495017
4
0,63
296,2
0,120006482
0,815
0,24625233
0,097805283
5
0,35
284,3
0,115185155
0,49
0,235191638
0,056440726
6
0,2
272,5
0,110404343
0,275
0,225589498
0,030361194
7
0,112
240,9
0,097601491
0,156
0,208005834
0,015225833
8
0,05
224
0,090754396
0,081
0,188355887
0,007351106
9
Nampan
199,2
0,080706588
0
0,171460984
0
Total
2468,2
1
5,717
1,919293412
0,705239405

VII.          ANALISA PENGAMATAN

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat dianalisa bahwa pengayakan adalah proses pemisahan secara mekanik berdasarkan perbedaan ukuran partikel. Pengayakan (screening) dipakai dalam skala industri, sedangkan penyaringan (sieving) dipakai untuk skala laboratorium.

Sedangkan pengecilan ukuran dapat didefinisikan sebagai penghancuran dan pemotongan mengurangi ukuran bahan padat dengan kerja mekanis, yaitu membaginya menjadi partikel-partikel yang lebih kecil.

Pada percobaan kali ini bahan yang digunakanya yaitu batubara. Tahap awal yang dilakukan ada dua proses penghancuran yaitu proses penghancuran (grinding) dan penghancuran dengan ball mill. Selanjutnya dilakukan proses pengayakan dengan alat vibrating screen dan dengan berbagai macam ukuran ayakan yaitu 2,0 ; 1,4 ; 1,0 ; 0,63 ;0,35; 0,2; 0,112;0,05; mm.

Batubara yang digunakan sebanyak 250 gram. Sebelum melakukan pengayakan terlebih dahulu mengurutkan dan menimbang ayakan dari yang berukuran besar berada diatas dan ukuran ayakan yang paling kecil berada dibawah sementara tingkat paling bawah yaitu nampan. Kemudian melakukan pengayakan dengan selang waktu 5 menit. Pada proses pengayakan zat padat itu dijatuhkan  atau dilemparkan ke permukaan pengayak. Partikel yang dibawah ukuran atau yang kecil (undersize), atau halusan (fines), lulus melewati bukaan ayak, sedang yang diatas ukuran atau yang besar (oversize), atau buntut (tails) tidak lulus. Pada saat pengayakan batubara yang digunakan dalam keadaan kering.

Setelah melakukan pengayakan, mesh ditimbang ulang bersama material yang ada didalamnya, menimbang mesh material dilakukan berulang-ulang hingga mencapai berat yang konstan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengayakan, yaitu :
1.      Jenis ayakan
2.      Cara pengayakan
3.      Kecepatan pengayakan
4.      Ukuran ayakan
5.      Waktu pengayakan
6.      Sifat bahan yang akan diayak

Tujuan pengayakan itu sendiri untuk memperoleh  ukuran yang seragam.

VIII.       KESIMPULAN

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
1.      Pengecilan  ukuran adalah penghancuran dan pemotongan mengurangi ukuran bahan padat dengan kerja mekanis, yaitu membaginya menjadi partikel-partikel yang lebih kecil.
2.      Pengayakan atau penyaringan adalah proses pemisahan secara mekanik berdasarkan perbedaan ukuran partikel.
3.      Dpm    percobaan 1     : 0,4130904
Percobaan 2     : 0,4410476
Percobaan 3     : 0,4325765
Percobaan 4     : 0,4328412
Percobaan 5     : 0,4350831
Percobaan 6     : 0,7052394

IX.             DAFTAR PUSTAKA
Jobsheet.2012.”Buku Penuntun Praktikum Satuan Operasi.”POLSRI : Palembang
Sumber Internet :
www.scribd.com/doc/97496586/tpp. acr 1 (diakses tanggal 28 oktober 2012)





Template by:
Free Blog Templates